MENCARI SATU HATI YANG JUJUR

Bacaan: Yeremia 5
Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 5:1 (TB2)

"Jelajahilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah baik-baik dan periksalah! Carilah di lapangan-lapangannya, apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada orang yang melakukan keadilan dan yang mencari kesetiaan, maka Aku akan mengampuni kota itu."

Pernahkah Anda membayangkan Tuhan sedang melakukan "sidak" (inspeksi mendadak) ke kota kita, ke kantor kita, atau bahkan ke dalam grup WhatsApp kita? Dalam Yeremia 5, Tuhan melakukan hal itu. Dia meminta nabi Yeremia untuk menjelajahi setiap sudut kota. Menariknya, Tuhan tidak mencari seribu orang suci atau para pejabat tinggi. Tuhan hanya mencari satu orang saja yang melakukan keadilan dan setia.

Sayangnya, Yeremia menemukan kenyataan pahit. Orang-orang hanya "beragama" di mulut. Mereka bersumpah "Demi TUHAN yang hidup", tapi hidupnya penuh tipu daya (ayat 2). Mereka dipukul Tuhan, tapi tidak merasa sakit. Mereka ditegur, tapi wajahnya lebih keras dari batu (ayat 3).

Apa artinya buat kita hari ini? Sering kali kita merasa "aman" hanya karena kita rajin ke gereja atau memajang ayat Alkitab di profil media sosial. Namun, pesan Yeremia mengingatkan kita bahwa yang Tuhan cari adalah integritas di lapangan. Apakah saat berbisnis kita jujur? Apakah saat tidak ada orang yang melihat, kita tetap setia pada pasangan? Apakah saat punya kuasa, kita berlaku adil pada bawahan?

Tuhan sangat menghargai kejujuran. Dia lebih suka satu orang yang berani mengakui dosanya dan belajar setia, daripada seribu orang yang pura-pura suci tapi hatinya penuh kepalsuan. Hari ini, marilah kita menjadi "satu orang" yang dicari Tuhan itu. Orang yang berani berkata jujur, bertindak adil, dan setia meskipun lingkungan di sekitar kita mungkin tidak melakukannya.

5 Pertanyaan Refleksi (Untuk Diskusi Kelompok)

  1. Kejujuran: Jika Tuhan melakukan "sidak" ke dalam hati dan aktivitas media sosial Anda minggu ini, apa yang kira-kira akan Dia temukan?
  2. Integritas: Mengapa di zaman sekarang sangat sulit untuk menemukan orang yang tetap "setia" pada prinsip kebenaran saat ada kesempatan untuk curang?
  3. Respons pada Teguran: Bagaimana reaksi Anda biasanya saat ditegur oleh orang lain atau diingatkan oleh Firman Tuhan? Apakah kita cenderung membela diri atau rendah hati untuk berubah?
  4. Gaya Hidup: Ayat 2 menyindir orang yang "bermulut rohani" tapi "berhidup palsu". Bagaimana cara praktis supaya iman kita tidak hanya berhenti di kata-kata saja?
  5. Komitmen: Sebutkan satu hal nyata yang akan Anda lakukan minggu ini untuk mempraktikkan "keadilan" di tempat kerja atau keluarga.

Doa Penutup Tuhan Yesus, terima kasih untuk teguran-Mu hari ini. Kami mengaku sering kali kami lebih peduli pada penilaian manusia daripada penilaian-Mu. Ampuni kami jika kami hanya terlihat saleh di luar, namun penuh kepalsuan di dalam. Roh Kudus, tolonglah kami agar menjadi pribadi yang berintegritas, jujur dalam bekerja, adil dalam bertindak, dan setia sampai akhir. Jadikanlah kami "orang" yang Engkau cari itu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.


Masuk untuk meninggalkan komentar