MEMILIH JALAN KEHIDUPAN

Bacaan: Yeremia 21
Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 21:8 (TB2)

"Dan kepada bangsa ini haruslah kaukatakan: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menghadapkan kepadamu jalan kehidupan dan jalan kematian."

Renungan Bayangkan sebuah kota yang sedang dikepung rapat. Di dalam tembok kota, orang-orang panik. Raja Zedekia mengutus orang kepada Yeremia, berharap ada mukjizat "instan" seperti di zaman nenek moyang mereka. Mereka ingin Tuhan menyingkirkan musuh tanpa mereka harus mengubah hati. Namun, jawaban Tuhan sangat mengejutkan: Tuhan sendiri yang akan berperang melawan mereka karena dosa-dosa mereka.

Secara Narasi, kita melihat drama antara harapan palsu dan kenyataan pahit. Raja ingin Tuhan menjadi "pelayan" kebutuhannya, tapi Tuhan memanggil Raja untuk menjadi "hamba" kedaulatan-Nya. Tuhan memberikan tawaran yang terdengar tidak masuk akal: barangsiapa keluar dan menyerah kepada musuh, ia akan hidup. Bagi ego manusia, menyerah adalah kekalahan. Tapi bagi Tuhan, "menyerah" pada kehendak-Nya adalah satu-satunya jalan keselamatan.

Secara Topikal, ada dua hal penting yang bisa kita renungkan hari ini:

  1. Tuhan Bukan Alat: Kita tidak bisa hidup semau kita lalu berharap Tuhan melakukan mukjizat saat kita terjepit. Tuhan rindu hubungan, bukan sekadar transaksi darurat.
  2. Ketaatan yang Sulit: Terkadang jalan kehidupan yang Tuhan tawarkan terlihat seperti jalan kekalahan di mata dunia. Melepaskan harga diri, mengakui kesalahan, atau berhenti mengandalkan kekuatan sendiri seringkali terasa seperti "menyerah". Namun, di titik itulah kehidupan sejati dimulai.

Dunia menawarkan banyak jalan yang kelihatannya hebat namun berujung maut. Hari ini, Tuhan sekali lagi menghadapkan "jalan kehidupan" di depan kita. Mungkin itu berarti Anda harus berhenti mengandalkan strategi pribadi dan mulai berserah penuh pada cara Tuhan, sesulit apa pun kelihatannya.

5 Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok)
  1. Evaluasi Doa: Apakah doa-doa Anda belakangan ini lebih banyak meminta Tuhan "menyelesaikan masalah sesuai cara Anda" atau meminta Tuhan "menyatakan kehendak-Nya"?
  2. Jalan Kehidupan: Menurut Anda, mengapa terkadang "jalan kehidupan" dari Tuhan terasa menyakitkan bagi ego atau harga diri kita?
  3. Ketergantungan Palsu: Apa saja "tembok pelindung" (harta, posisi, kekuatan fisik) yang saat ini paling Anda andalkan sehingga Anda merasa tidak perlu berserah pada Tuhan?
  4. Keberanian: Apa yang menghalangi kita untuk berani "keluar dari tembok kota" (meninggalkan zona nyaman/dosa) demi mengikuti petunjuk Tuhan?
  5. Aplikasi: Apa satu hal konkret yang harus Anda "serahkan" kepada Tuhan minggu ini agar Anda bisa berjalan di jalan kehidupan-Nya?
Doa Penutup 

Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau selalu menawarkan jalan kehidupan bagi kami. Ampunilah kami yang sering kali lebih mengandalkan kekuatan sendiri daripada petunjuk-Mu. Ya Roh Kudus, berikan kami keberanian untuk melepaskan ego dan kesombongan kami. Biarlah kami berani memilih jalan ketaatan, meskipun jalan itu terlihat sulit di mata dunia. Karena kami tahu, di dalam ketaatan kepada-Mu, ada keselamatan dan damai sejahtera yang sejati. Amin.


Masuk untuk meninggalkan komentar