Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 4:3 (TB2)
"Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: 'Bukalah bagimu tanah baru dan janganlah menabur di tengah semak duri!'"
Mari kita ambil waktu sejenak untuk hening. Bayangkan diri Anda berdiri di sebuah ladang yang sudah lama tidak terurus. Tanah itu keras, berbatu, dan dipenuhi semak duri yang tajam. Jika Anda menaburkan benih di sana sekarang, benih itu tidak akan pernah tumbuh. Semak duri akan mencekiknya, dan tanah yang keras akan menolaknya.
Yeremia 4 adalah sebuah teguran kasih yang mendalam. Tuhan berkata, "Bukalah bagimu tanah baru!" Dalam bahasa aslinya, ini berarti "bajaklah tanahmu yang telantar."
Seringkali, hidup rohani kita menjadi "telantar." Kita masih ke gereja, kita masih berdoa, tapi di saat yang sama, kita membiarkan "semak duri" berkembang biak: rasa pahit, kesombongan, keterikatan pada hobi yang berdosa, atau kekuatiran dunia. Kita mencoba menabur Firman Tuhan di atas hati yang belum dibersihkan. Akibatnya? Hidup kita tidak membuahkan perubahan karakter yang nyata.
Sebagai orang percaya yang meyakini kedaulatan Allah, kita sadar bahwa hanya Tuhan yang bisa memberikan benih yang baik. Namun, tanggung jawab kita adalah datang kepada-Nya dan memohon, "Tuhan, bajaklah hatiku." Pertobatan sejati bukan sekadar menyesal karena takut dihukum, tapi kerinduan agar hati kita menjadi tanah yang lembut bagi kehendak-Nya.
Jangan menunggu sampai "badai" datang (seperti peringatan Yeremia tentang kehancuran). Mari singkirkan semak duri itu hari ini. Izinkan Tuhan membajak area-area keras di hatimu agar damai sejahtera-Nya bisa tumbuh subur.
5 Pertanyaan Refleksi (Untuk Diskusi Kelompok)
- Identifikasi: "Semak duri" apa yang saat ini paling sering mencekik pertumbuhan rohani Anda (misal: kesibukan, gadget, dendam, atau kecemasan)?
- Kejujuran: Apakah selama ini Anda lebih sering memoles "tampilan luar" kehidupan Kristen Anda daripada memperhatikan kondisi "tanah hati" Anda?
- Proses: Membajak tanah itu menyakitkan karena tanah harus dibongkar. Pernahkah Anda mengalami masa sulit di mana Tuhan sedang "membajak" kesombongan Anda? Ceritakan.
- Ketaatan: Apa arti "membuka tanah baru" dalam hubungan Anda dengan sesama minggu ini?
- Kedaulatan: Bagaimana kesadaran bahwa Tuhan adalah Sang Pemilik Ladang membantu Anda tetap tenang meskipun proses pertobatan itu terasa berat?
Doa Penutup
Bapa yang Berdaulat, kami datang ke hadapan-Mu membawa hati yang seringkali keras dan penuh semak duri. Ampunilah kami yang sering menabur benih Firman di tanah yang tidak kami siapkan. Roh Kudus, bajaklah hati kami. Bongkarlah segala akar kepahitan dan ego kami. Jadikan kami tanah yang lembut agar kemuliaan-Mu terpancar melalui hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Sang Jalan Kebenaran, kami berdoa. Amin.
MEMBAJAK TANAH HATI