Editor

INVESTASI IMAN DI TENGAH KRISIS

Bacaan: Yeremia 32
Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 32:17 (TB2)

"Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apa pun yang mustahil bagi-Mu!"

Bayangkan Anda sedang berada di dalam penjara, sementara di luar tembok, tentara musuh sedang mengepung kota Anda. Semua orang tahu kota itu akan segera hancur. Namun, di saat yang paling tidak logis itu, Tuhan menyuruh Yeremia melakukan sesuatu yang aneh: membeli sebidang tanah di Anatot, daerah yang justru sudah dikuasai musuh! Yeremia harus membayar harganya, menandatangani akta, dan menyimpannya baik-baik.

Secara Narasi, tindakan Yeremia ini terlihat konyol di mata dunia. Siapa yang mau beli tanah di daerah perang yang sebentar lagi musnah? Tapi Yeremia taat. Mengapa? Karena bagi Yeremia, membeli tanah itu bukan soal transaksi properti, melainkan soal proklamasi bahwa Tuhan akan memulihkan bangsa itu suatu hari nanti. Yeremia menginvestasikan hartanya pada janji Tuhan, bukan pada situasi yang ia lihat.

Secara Topikal, kita belajar tentang Iman yang Berani Bertindak:

  1. Melihat Melampaui Masalah: Iman tidak menyangkal kenyataan (Yeremia tahu kota itu akan runtuh), tapi iman melihat kedaulatan Tuhan yang lebih besar. Bagi Tuhan, tidak ada yang terlalu sulit atau mustahil.
  2. Ketaatan yang Berbiaya: Yeremia benar-benar mengeluarkan uang perak. Mengikut Tuhan terkadang meminta kita mengorbankan kenyamanan atau logika kita. Investasi iman kita mungkin berupa waktu, tenaga, atau materi di saat kita sendiri sedang merasa kekurangan.
  3. Penyimpanan Harapan: Yeremia menyuruh menyimpan akta tanah itu dalam bejana tanah agar tahan lama. Harapan kita pada Tuhan harus disimpan kuat-kuat di dalam hati kita, agar tidak hilang saat badai hidup menerpa.

Hari ini, mungkin Anda merasa masa depan Anda sedang "dikepung" masalah. Tuhan mengajak Anda untuk tetap berinvestasi dalam iman. Tetaplah berbuat baik, tetaplah melayani, dan tetaplah berharap. Jika Tuhan sanggup menciptakan langit dan bumi, maka memulihkan keadaan Anda bukanlah perkara sulit bagi-Nya.

5 Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok)
  1. Analogi: Apa "tanah di Anatot" dalam hidup Anda saat ini—hal yang Tuhan minta Anda percayai atau kerjakan meskipun situasinya terlihat mustahil?
  2. Logika vs Iman: Mengapa seringkali sangat sulit bagi kita untuk taat saat perintah Tuhan bertentangan dengan logika atau hitung-hitungan manusiawi kita?
  3. Keyakinan: "Tiada suatu apa pun yang mustahil bagi-Mu." Di area hidup mana Anda paling butuh meyakini kalimat ini hari ini?
  4. Bukti Iman: Selain doa, tindakan nyata apa yang bisa Anda lakukan minggu ini sebagai bukti bahwa Anda sungguh percaya pada janji Tuhan?
  5. Kedaulatan: Bagaimana pemahaman bahwa Tuhan adalah Pencipta langit dan bumi (ayat 17) menolong Anda untuk lebih tenang menghadapi krisis ekonomi atau pribadi?
Doa Penutup 

Ya Tuhan Allah, Pencipta langit dan bumi. Kami sujud mengakui kebesaran-Mu. Ampunilah kami jika kami seringkali lebih takut pada besarnya masalah kami daripada besarnya kuasa-Mu. Berikanlah kami keberanian seperti Yeremia untuk tetap berinvestasi dalam iman saat situasi terlihat gelap. Kami percaya, tiada yang mustahil bagi-Mu. Biarlah hidup kami menjadi kesaksian akan pengharapan yang hidup di dalam-Mu. Amin.