Nats Alkitab:
"Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku." (Yesaya 65:1a)
Pernahkah Anda membayangkan seorang Allah yang "gelisah" mencari perhatian ciptaan-Nya? Dalam Yesaya 65, kita melihat potret Allah yang luar biasa. Dia bukan Allah yang jauh dan tertutup di menara gading. Sebaliknya, Dia adalah Allah yang membentangkan tangan-Nya sepanjang hari kepada bangsa yang pemberontak.
Secara teologis, kita diingatkan akan doktrin Anugerah Tak Terelakkan. Manusia, dalam keberadaannya yang berdosa, secara alami tidak mencari Allah. Kita lebih suka membangun "surga" kecil kita sendiri. Namun, perhatikan kalimat-Nya: "Aku telah berkenan ditemukan." Ini berarti, jika hari ini Anda memiliki kerinduan untuk berdoa atau membaca Firman, itu bukan karena kehebatan spiritual Anda. Itu karena Dia lebih dulu melangkah mendekat.
Yesaya 65 tidak hanya bicara tentang penghakiman, tetapi tentang janji Langit dan Bumi yang Baru. Allah sedang merestorasi segala sesuatu. Dia sedang menghapus air mata dan menggantinya dengan sukacita yang kekal. Fokus kita hari ini bukan pada seberapa keras kita mencari Tuhan, melainkan pada seberapa sadar kita akan kehadiran-Nya yang sudah ada di sini, menanti untuk kita sapa.
Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelompok)
- Dalam seminggu terakhir, momen apa yang membuat Anda merasa bahwa Tuhan sedang "membentangkan tangan" kepada Anda?
- Mengapa seringkali kita merasa sulit untuk "menemukan" Tuhan, padahal Ia menyatakan diri-Nya siap ditemukan?
- Ayat 1 mengatakan Tuhan memberi petunjuk kepada yang tidak bertanya. Bagaimana hal ini mengubah cara Anda memandang orang-orang di sekitar Anda yang belum mengenal Kristus?
- Yesaya 65:17 bicara tentang langit dan bumi yang baru. Bagaimana harapan akan masa depan ini menolong Anda menghadapi pergumulan hidup saat ini?
- Apa satu langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk berhenti "memberontak" dan mulai menyambut tangan Tuhan yang terulur?
Doa
"Bapa di Surga, kami terpaku di hadapan kasih-Mu yang mendahului segala sesuatu. Terima kasih karena Engkau berkenan ditemukan saat kami bahkan tidak mencari-Mu. Ampuni kami yang seringkali sibuk dengan rencana kami sendiri hingga mengabaikan tangan-Mu yang terulur. Biarlah janji-Mu tentang langit dan bumi yang baru memenuhi hati kami dengan pengharapan yang tenang. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Sang Inisiator Keselamatan kami, kami berdoa. Amin."
DIA YANG MENUNGGU UNTUK DITEMUKAN