BERHENTI SEJENAK DI JALAN PERSIMPANGAN

Bacaan: Yeremia 6
Nats Alkitab Pilihan: Yeremia 6:16 (TB2)

"Beginilah firman TUHAN: 'Berdirilah di jalan-jalan dan lihatlah! Tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, lalu tempuhlah itu, maka kamu akan mendapat ketenangan bagi jiwamu.' Tetapi mereka berkata: 'Kami tidak mau menempuhnya!'"

Bayangkan Anda sedang mengemudi di jalan tol yang sangat cepat. Anda merasa yakin dengan arah Anda, namun tiba-tiba GPS Anda memberikan peringatan: "Putar balik, Anda salah arah." Apa yang Anda lakukan? Terus tancap gas karena merasa sudah terlanjur jauh, atau berhenti dan mengecek peta kembali?

Dalam Yeremia 6, umat Tuhan sedang "tancap gas" menuju kehancuran. Mereka merasa aman karena masih melakukan ritual agama, namun hati mereka tertutup bagi kebenaran (ayat 10). Mereka mencari untung dengan cara yang tidak jujur (ayat 13). Penyakit rohani mereka parah, tapi mereka hanya mengobatinya dengan kata-kata manis: "Damai sejahtera! Damai sejahtera!", padahal tidak ada damai (ayat 14).

Tuhan memberikan solusi yang sangat aplikatif di ayat 16. Ada tiga langkah yang harus kita lakukan saat hidup terasa kacau atau menjauh dari Tuhan:

  1. Berdiri dan Lihat: Berhenti sejenak dari kesibukanmu. Jangan lari terus. Periksa kondisi hatimu.
  2. Tanyakan Jalan Dahulu Kala: Kembalilah kepada Alkitab (Firman Tuhan). Itulah "jalan kuno" yang sudah teruji ribuan tahun. Jangan ikuti tren dunia yang berubah-ubah, kembalilah pada prinsip kedaulatan Tuhan.
  3. Tempuhlah: Mengetahui jalan yang benar tidak cukup; kita harus melangkah di atasnya.

Dunia menjanjikan ketenangan melalui kekayaan atau popularitas, tetapi Tuhan menjanjikan ketenangan jiwa hanya jika kita berjalan di jalan-Nya. Masalahnya, apakah kita mau merendahkan hati, atau justru berkata seperti orang Israel: "Kami tidak mau!"? Pilihan ada di tangan kita hari ini.

5 Pertanyaan Refleksi (Untuk Diskusi Kelompok)
  1. Kejujuran: Apakah saat ini Anda sedang merasa "lelah jiwa"? Mungkinkah itu karena Anda sedang menempuh jalan yang salah menurut Firman Tuhan?
  2. Peringatan: Siapa atau apa yang biasanya Tuhan pakai dalam hidup Anda untuk memberi peringatan (seperti GPS) saat Anda mulai menyimpang?
  3. Tradisi Iman: Apa maksudnya "jalan-jalan yang dahulu kala" dalam konteks kehidupan modern saat ini? Bagaimana kita menerapkannya di tempat kerja atau keluarga?
  4. Hambatan: Mengapa seringkali kita merasa sulit untuk "berhenti sejenak" dan mengevaluasi hidup kita di hadapan Tuhan?
  5. Komitmen: Sebutkan satu prinsip Firman Tuhan yang dulu pernah Anda pegang teguh namun sekarang mulai luntur. Bagaimana cara Anda kembali menempuhnya minggu ini?
Doa Penutup 

Bapa di Surga, Allah yang berdaulat atas hidup kami. Kami mengaku sering kali kami terlalu sombong untuk berhenti dan mendengarkan suara-Mu. Kami lebih suka lari mengejar ambisi kami sendiri sampai jiwa kami kering. Hari ini, kami mau berhenti di persimpangan ini. Tunjukkanlah kembali jalan-Mu yang kudus dan benar. Berikan kami keberanian untuk melangkah di jalan itu, agar kami menemukan ketenangan sejati di dalam Kristus. Amin.


Masuk untuk meninggalkan komentar