Setia di Tengah Godaan Zaman
Refleksi Perjanjian yang Terlupakan dalam Keluarga Kristen Masa Kini
Yeremia 11:3-4 (TB)
Katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Terkutuklah orang yang tidak mendengarkan perkataan-perkataan perjanjian ini, yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu pada waktu Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir, dari dapur peleburan besi, dengan berfirman: Dengarkanlah suara-Ku dan lakukanlah segala yang Kuperintahkan kepadamu, maka kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.
Senyap. Sering kali, kehancuran tidak datang dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga. Ia merayap perlahan. Di dalam kesunyian ruang keluarga kita. Yeremia berdiri di tengah bangsa yang kehilangan ingatan akan kasih mula-mula, sebuah bangsa yang dengan sengaja mengkhianati perjanjian pembebasan mereka.
Tuhan berseru menuntut kesetiaan, mengingatkan kembali akan ikatan yang memerdekakan mereka dari penderitaan mutlak di Mesir, namun yang didapati-Nya hanyalah hati yang membatu.
Hari ini, berhala itu tidak lagi terbuat dari kayu atau batu pahatan. Wujudnya jauh lebih elegan dan membuai. Layar gawai yang menyala menyita perhatian di meja makan. Ambisi karier yang tak berkesudahan.
Kita bergeser. Terlalu sering kita membiarkan rutinitas, kelelahan duniawi, dan gaya hidup materialistis memadamkan api mezbah keluarga, membuat kita tanpa sadar memutus perjanjian yang telah diikat dengan darah Kristus, demi mengejar penerimaan di mata dunia.
Kita lupa. Keluarga Kristen di Indonesia saat ini hidup di tengah tarik-menarik nilai yang luar biasa dahsyat, di mana kompromi terhadap dosa sering kali dibungkus rapi dan dianggap sebagai bentuk adaptasi modern yang wajar, padahal sejatinya ia adalah racun rohani yang perlahan-lahan mematikan iman generasi penerus kita.
Berhentilah sejenak. Tuhan tidak meminta kesempurnaan yang kaku. Ia mencari hati yang mau bertobat. Marilah kita bangun kembali mezbah yang telah runtuh di rumah kita, mengembalikan Kristus sebagai Kepala yang sah atas setiap keputusan, keuangan, dan waktu luang kita. Mulailah dari sekarang.
Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel:
Apa bentuk "berhala modern" yang tanpa sadar sering menggeser posisi Tuhan dalam prioritas keluarga Anda?
Yeremia mengingatkan tentang perjanjian Tuhan. Bagaimana keluarga kita saat ini menghidupi perjanjian kasih karunia tersebut di tengah kesibukan sehari-hari?
Ceritakan satu momen di mana Anda merasa nilai-nilai kekristenan keluarga Anda sedang diuji oleh tren atau kebiasaan duniawi di sekitar Anda. Bagaimana Anda meresponsnya?
Apa langkah praktis yang bisa diambil minggu ini untuk membangun kembali "mezbah keluarga" yang mungkin mulai terabaikan?
Bagaimana komunitas/kelompok sel ini dapat saling mendukung agar setiap keluarga tetap setia pada firman Tuhan dan tidak terhanyut arus zaman?
Doa Penutup:
Bapa di dalam sorga, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang hancur, menyadari betapa seringnya kami melupakan perjanjian kasih-Mu. Ampuni kami, Tuhan. Terlalu sering kami membiarkan hal-hal duniawi merampas waktu dan perhatian yang seharusnya kami berikan kepada-Mu dan keluarga kami. Tolong kami untuk menyingkirkan segala berhala modern dari rumah tangga kami. Berikan kami keberanian untuk menjadikan firman-Mu sebagai satu-satunya pelita bagi langkah kami. Pulihkanlah mezbah keluarga kami, agar rumah kami kembali menjadi tempat di mana nama-Mu ditinggikan dan karakter Kristus dibentuk. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.