Yehezkiel 34:15-16
"Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya."
Kita semua pasti pernah mengalami masa-masa di mana rasanya lelah sekali. Terkadang, rasa lelah itu bukan cuma soal fisik, tapi hati yang terluka, pikiran yang buntu, atau perasaan terasing dan sendirian. Di dunia ini, tidak jarang kita dikecewakan oleh keadaan, oleh orang-orang yang kita percaya, atau bahkan oleh pemimpin yang seharusnya menjaga dan menuntun kita. Ketika hal itu terjadi, mudah bagi kita untuk merasa seperti domba yang tersesat—bingung harus melangkah ke mana dan takut menghadapi masa depan.
Namun, pesan dari Yehezkiel 34 memberikan kita sebuah jaminan yang luar biasa indah. Tuhan melihat semuanya. Dia tahu ketika kita terluka, Dia tahu ketika kita merasa tersesat. Dan yang paling penting, Tuhan tidak tinggal diam. Dia mengambil alih kendali dan berkata, "Aku sendiri yang akan turun tangan." Tuhan menempatkan diri-Nya sebagai Gembala Sejati bagi hidup kita dan keluarga kita.
Bayangkan kasih seorang gembala yang mencari satu dombanya yang hilang sampai dapat. Tuhan kita melakukan hal yang sama. Dia mencari kita saat kita menjauh. Dia menyediakan waktu untuk membalut luka batin kita yang tidak terlihat oleh siapa pun. Saat kita merasa lemah dan tidak berdaya, tangan-Nya yang kuat menopang dan memberikan kekuatan baru. Dia memberikan kita tempat untuk "berbaring", yang artinya Dia memberikan kedamaian dan istirahat yang sejati di tengah hiruk-pikuk masalah kehidupan.
Hari ini, apa pun kondisi yang sedang keluarga kita hadapi, mari kita berhenti sejenak dari kekhawatiran kita. Serahkan kendali hidup kita kepada Sang Gembala Sejati. Izinkan Dia menuntun langkah kita setiap hari. Ketika kita menaruh percaya penuh pada pemeliharaan Tuhan, kita akan menemukan bahwa tidak ada tempat yang lebih aman selain berada di dalam dekapan-Nya.
Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
Pernahkah kamu merasa kecewa dengan keadaan atau orang yang seharusnya membimbingmu? Bagaimana kamu mengatasi perasaan tersebut?
Dalam area kehidupan mana kamu saat ini merasa sedang "tersesat" atau terluka dan sangat membutuhkan balutan kasih dari Tuhan?
Apa artinya bagi kamu secara pribadi ketika Tuhan menegaskan, "Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku"?
Sebagai anggota keluarga atau kelompok sel, bagaimana kita bisa meneladani Sang Gembala untuk saling membalut luka dan menguatkan satu sama lain?
Langkah praktis apa yang bisa kita sepakati untuk dilakukan minggu ini agar lebih peka mendengarkan tuntunan Tuhan?
Doa Penutup
Bapa di surga, terima kasih karena Engkau adalah Gembala yang baik bagi kami. Terima kasih karena Engkau tidak pernah membiarkan kami berjalan sendirian. Ampuni kami jika seringkali kami mencoba mencari jalan sendiri dan akhirnya tersesat. Hari ini kami datang membawa segala kelemahan, luka, dan kebingungan kami. Balutlah hati kami yang terluka, kuatkan tubuh dan iman kami yang lemah, dan tuntunlah keluarga kami agar selalu berada di jalan-Mu. Ajar kami untuk sepenuhnya percaya pada penyertaan-Mu setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, Gembala kami yang agung, kami berdoa. Amin.