Langsung ke Konten

Saat Aku Ingin Menarik Kembali Janjiku

2 November 2026 oleh
Saat Aku Ingin Menarik Kembali Janjiku
Editor
| Belum ada komentar
Renungan Remaja • 3 menit membaca

Saat Aku Ingin Menarik Kembali Janjiku

Melakukan yang benar, juga ketika pilihan itu tidak lagi mudah

Ayat Alkitab Pilihan

“Hari ini kamu telah bertobat dan melakukan apa yang benar di mata-Ku karena setiap orang memaklumkan pembebasan kepada saudaranya, dan kamu telah mengikat perjanjian di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan.”

— Yeremia 34:15

“Tetapi kamu telah berbalik pikiran dan telah menajiskan nama-Ku; kamu masing-masing telah mengambil kembali budaknya laki-laki dan budaknya perempuan, yang telah kamu lepaskan sebagai orang merdeka menurut keinginannya, dan telah menundukkan mereka, supaya mereka menjadi budakmu laki-laki dan budakmu perempuan lagi.”

— Yeremia 34:16

Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.

Yeremia 34:15 — “Hari ini kamu telah bertobat dan melakukan apa yang benar di mata-Ku karena setiap orang memaklumkan pembebasan kepada saudaranya, dan kamu telah mengikat perjanjian di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan.”

Ada kelegaan dalam kalimat pertama itu: mereka telah melakukan apa yang benar. Namun ayat berikutnya mengubah suasana. Orang-orang yang telah dibebaskan justru diambil kembali dan diperbudak lagi (Yeremia 34:16). Ini bukan sekadar janji yang terlupa. Ada manusia yang dirugikan ketika mereka menarik kembali tindakan benar yang telah mereka lakukan di hadapan Tuhan.

Mungkin keadaan kita berbeda jauh dari peristiwa itu. Namun pertanyaannya tetap dekat: apakah aku masih mau melakukan yang benar ketika pilihanku mulai terasa tidak menguntungkan? Seorang remaja bisa saja memutuskan untuk tidak ikut mengejek teman, lalu goyah ketika kelompoknya mulai menertawakan dia. Bisa juga ia sudah mengakui kesalahan, tetapi tergoda menyalahkan orang lain saat akibatnya terasa berat. Tidak semua orang menghadapi tekanan yang sama. Justru karena itu, kejujuran di hadapan Tuhan perlu hadir dalam keputusan yang nyata, bukan hanya dalam kata-kata yang terdengar baik.

Berhentilah sejenak. Adakah keputusan baik yang sedang ingin kamu tarik kembali? Tuhan melihat bagaimana kita memperlakukan orang lain setelah kita berkata ingin melakukan yang benar. Bila kamu pernah berubah arah, kamu tidak perlu menutupinya dengan alasan. Akuilah itu kepada Tuhan, lalu pikirkan langkah yang dapat kamu ambil untuk memperbaiki kerugian yang timbul. Hari ini, kesetiaan mungkin dimulai dari satu tindakan kecil yang tetap kamu lakukan meski tidak ada yang memuji.

Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
  1. Apa yang paling mengejutkanmu dari perubahan tindakan orang-orang dalam Yeremia 34:15–16?
  2. Mengapa menurutmu tindakan mereka dalam ayat 16 lebih serius daripada sekadar melupakan janji?
  3. Dalam keadaan seperti apa kamu merasa sulit mempertahankan keputusan yang sudah kamu tahu benar?
  4. Bagaimana tekanan dari teman dapat memengaruhi caramu memperlakukan seseorang?
  5. Jika keputusanmu pernah merugikan orang lain, langkah nyata apa yang dapat kamu ambil untuk memperbaikinya?
Doa Penutup

Tuhan, terima kasih karena Engkau melihat bukan hanya perkataanku, tetapi juga tindakanku terhadap orang lain. Tolong aku jujur saat ingin menarik kembali keputusan yang benar. Beri aku keberanian untuk mengakui kesalahan, memperbaiki yang dapat kuperbaiki, dan tetap setia melakukan yang benar. Amin.

Masuk untuk meninggalkan komentar
Berani Berseru kepada Tuhan