Langsung ke Konten

Dikasihi Sebelum Diakui

30 Oktober 2026 oleh
Dikasihi Sebelum Diakui
Editor
| Belum ada komentar
Renungan Remaja • 3 menit membaca

Dikasihi Sebelum Diakui

Saat nilai diri terasa bergantung pada penilaian orang lain

Ayat Alkitab Pilihan

“Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”

— Yeremia 31:3

“Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman TUHAN: anak-anak akan kembali ke daerah mereka.”

— Yeremia 31:17

“Sungguh, sesudah aku berbalik, aku menyesal, dan sesudah aku tahu akan diriku, aku menepuk pinggang sebagai tanda berkabung; aku merasa malu dan bernoda, sebab aku menanggung aib masa mudaku.”

— Yeremia 31:19

“Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”

— Yeremia 31:33

Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.

Yeremia 31:3 — “Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”

Ada hari ketika sebuah komentar terasa lebih kuat daripada sepuluh kata yang baik. Ada juga hari ketika kita membuka media sosial, melihat hidup orang lain, lalu diam-diam bertanya, “Apakah aku sudah cukup?” Tidak semua remaja bergumul dengan hal yang sama. Namun, keinginan untuk diterima bisa membuat siapa pun lelah.

Yeremia 31:3 menyampaikan kasih setia Tuhan kepada umat-Nya. Kasih itu tidak digambarkan sebagai sesuatu yang cepat habis. Ketika kita tergoda mengukur nilai diri dari perhatian teman atau jumlah tanggapan di layar, ayat ini mengajak kita berhenti sejenak: penilaian orang lain bukanlah suara terakhir tentang diri kita.

Kasih Tuhan juga tidak berarti kita perlu berpura-pura tidak pernah salah. Dalam Yeremia 31:19, ada pengakuan yang jujur tentang penyesalan dan aib masa muda. Kejujuran seperti itu mungkin tidak nyaman, tetapi kita tidak harus menyembunyikan kesalahan demi terlihat sempurna. Kita dapat mengakuinya dan belajar berbalik.

Yeremia 31:17 berbicara tentang harapan bagi masa depan umat Tuhan, yaitu kembalinya anak-anak mereka ke daerah mereka. Itu bukan janji bahwa setiap rencana pribadi akan berjalan mulus. Namun, di tengah keadaan yang berat, firman Tuhan tetap berbicara tentang harapan. Lalu Yeremia 31:33 menunjukkan kehendak Tuhan untuk menaruh Taurat-Nya dalam batin umat-Nya dan menuliskannya dalam hati mereka. Tuhan memperhatikan lebih dari penampilan luar.

Hari ini, coba perhatikan satu keputusan kecil yang biasanya kamu ambil hanya supaya diterima. Bagaimana jika kamu memilih dengan jujur, sambil mengingat kasih Tuhan yang setia? Pelan-pelan pun tidak apa-apa.

Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
  1. Kapan penilaian orang lain paling mudah memengaruhi cara kamu melihat dirimu?
  2. Apa yang kamu dengar tentang kasih Tuhan dalam Yeremia 31:3?
  3. Mengapa mengakui kesalahan, seperti tergambar dalam Yeremia 31:19, bisa terasa sulit?
  4. Bagaimana Yeremia 31:17 menolong kita berbicara tentang harapan tanpa menganggap semua rencana pasti berhasil?
  5. Keputusan kecil apa yang bisa kamu ambil minggu ini dengan hati yang lebih jujur di hadapan Tuhan?
Doa Penutup

Tuhan, terima kasih atas kasih setia-Mu. Saat aku terlalu bergantung pada penilaian orang lain, tolong aku mengingat firman-Mu. Beri aku keberanian untuk jujur tentang kesalahanku, belajar darinya, dan memilih yang benar dari hati. Amin.

Masuk untuk meninggalkan komentar
Saat Kamu Merasa Tidak Cukup Baik