Tidak Harus Menanggung Semuanya Sendiri
Hari ke-2 dari 8: Mengingat kuasa Allah di tengah banyaknya tuntutan
Ayat Alkitab Pilihan
“Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!”
“Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.”
“Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian.”
“Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hati-Ku dan dengan segenap jiwa-Ku.”
Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Ayat pilihan — Yeremia 32:17: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!”
Memasuki November, mungkin ada tugas yang belum selesai, keputusan yang belum jelas, atau perasaan yang terus ditahan agar kita tetap tampak kuat. Di tengah tanggung jawab dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, maupun relasi, mudah sekali merasa bahwa semuanya bergantung pada kita. Lelah pun terasa seperti kegagalan.
Berhenti sejenak. Yeremia 32:17 mengarahkan perhatian kita kepada Allah yang menjadikan langit dan bumi, bukan kepada kemampuan kita memikul setiap beban. Mengakui keterbatasan tidak berarti kurang beriman. Kita boleh datang kepada-Nya dengan jujur, termasuk ketika hati sedang rapuh dan kita membutuhkan istirahat.
Dalam firman kepada umat-Nya, Allah berkata bahwa mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka (Yeremia 32:38). Ia juga berbicara tentang memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah untuk hidup takut kepada-Nya (Yeremia 32:39). Lalu, Yeremia 32:41 menggambarkan kesetiaan Allah dalam berbuat baik kepada mereka. Ayat-ayat ini tidak menjanjikan bahwa setiap persoalan kita akan selesai sesuai rencana kita. Namun, ayat-ayat itu mengundang kita melihat siapa Allah ketika kekuatan diri terasa tidak cukup.
Karena itu, hari ini kita dapat memilih satu langkah kecil: menyebutkan beban kita dalam doa, meminta pertolongan yang diperlukan, atau menetapkan batas yang sehat agar ada ruang untuk pulih. Nilai diri kita tidak ditentukan oleh banyaknya hal yang berhasil kita tangani. Allah yang berkuasa itu layak menjadi tempat kita membawa apa yang belum sanggup kita selesaikan.
Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
- Tuntutan apa yang paling membuatmu merasa harus selalu kuat saat ini?
- Apa yang berubah dalam cara pandangmu ketika mengingat Yeremia 32:17?
- Mengapa mengakui kelelahan kadang terasa sulit bagimu?
- Bagaimana Yeremia 32:38–41 menolongmu mengenal Allah tanpa menganggapnya sebagai janji bahwa semua persoalan akan selesai sesuai keinginanmu?
- Langkah kecil apa yang dapat kamu ambil minggu ini untuk meminta pertolongan atau menetapkan batas yang sehat?
Doa Penutup
Tuhan ALLAH, Engkau yang menjadikan langit dan bumi, aku datang dengan kekuatan yang terbatas. Tolong aku jujur tentang beban dan perasaanku, tanpa malu untuk beristirahat atau meminta pertolongan. Arahkan hatiku untuk percaya kepada-Mu dan melangkah dengan bijaksana hari ini. Amin.