Setia pada yang Perlu Dijaga
Tidak semua tuntutan harus mendapat tempat dalam hidup kita.
Ayat Alkitab Pilihan
“Tetapi mereka menjawab: "Kami tidak minum anggur, sebab Yonadab bin Rekhab, bapa leluhur kami, telah memberi perintah kepada kami, katanya: Janganlah kamu atau anak-anakmupun minum anggur sampai selama-lamanya;”
“Tetapi berkatalah Yeremia kepada kaum orang Rekhab: "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Oleh karena kamu telah mendengarkan perintah Yonadab, bapa leluhurmu, telah berpegang pada segala perintahnya dan telah melakukan tepat seperti yang diperintahkannya kepadamu,”
“maka beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Keturunan Yonadab bin Rekhab takkan terputus melayani Aku sepanjang masa."”
Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Ayat pilihan — Yeremia 35:6: “Kami tidak minum anggur, sebab Yonadab bin Rekhab, bapa leluhur kami, telah memberi perintah kepada kami.”
Pada 4 November ini, mungkin ada banyak suara yang meminta perhatianmu: pekerjaan, keluarga, teman, atau harapan orang lain tentang perempuan seperti apa kamu seharusnya menjadi. Di tengah semuanya, mudah sekali merasa bersalah saat berkata, “Aku tidak sanggup mengambil satu hal lagi.”
Kaum Rekhab dalam Yeremia 35:6 menyatakan dengan jelas pilihan yang mereka pegang. Larangan minum anggur itu adalah perintah leluhur mereka, bukan aturan yang harus diterapkan kepada setiap orang. Namun, keteguhan mereka mengajak kita bertanya: apakah kita juga tahu apa yang perlu dijaga, bahkan ketika ada tekanan untuk mengikuti arus?
Yeremia 35:18 menyebut bahwa mereka mendengarkan dan melakukan perintah yang telah mereka terima. Lalu dalam Yeremia 35:19, Tuhan menyampaikan janji bagi keturunan Yonadab bin Rekhab. Kisah ini tidak menjanjikan bahwa setiap batasan yang kita tetapkan akan menghasilkan berkat yang sama. Kisah ini mengingatkan kita bahwa kesetiaan layak diperhatikan, termasuk ketika pilihan itu tidak terlihat mengesankan bagi orang lain.
Batas yang sehat tidak selalu berarti menolak seseorang. Kadang itu berarti menunda jawaban, mengakui kelelahan, atau menyediakan waktu hening untuk berdoa sebelum berkata ya. Kamu boleh memperhatikan keadaan hatimu tanpa harus membuktikan bahwa kamu mampu memikul semuanya. Baik kamu sedang belajar, bekerja, merawat seseorang, mencari arah, maupun menjalani musim hidup yang sulit diberi nama, bawalah pilihan-pilihanmu kepada Tuhan dengan jujur. Setialah selangkah demi selangkah.
Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
- Suara atau tuntutan apa yang paling sering membuatmu sulit berkata tidak?
- Apa yang kamu pelajari dari keteguhan kaum Rekhab dalam Yeremia 35:6?
- Bagaimana kamu membedakan kesetiaan kepada Tuhan dari keinginan untuk memenuhi semua harapan orang?
- Batas sehat apa yang perlu kamu pertimbangkan pada musim hidupmu saat ini?
- Bagaimana kelompok sel dapat saling mendukung tanpa menambah beban satu sama lain?
Doa Penutup
Tuhan, ajar aku mendengar-Mu di tengah banyaknya tuntutan. Beri aku hati yang jujur untuk mengenali batas diriku, keberanian untuk menjaganya dengan kasih, dan kesetiaan untuk menjalani hal yang Engkau percayakan kepadaku hari ini. Amin.