Berhenti Sejenak, Berseru kepada Tuhan
2 November 2026 — Di tengah banyak suara, sediakan ruang untuk berdoa
Ayat Alkitab Pilihan
“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
“Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah.”
“akan terdengar lagi suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, suara orang-orang yang mengatakan: Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!, sambil mempersembahkan korban syukur di rumah TUHAN. Sebab Aku akan memulihkan keadaan negeri ini seperti dahulu, firman TUHAN.”
Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Yeremia 33:3 — “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
Ada hari ketika pesan belum terbalas, pekerjaan menunggu, dan orang lain membutuhkan perhatian kita. Pikiran pun terus bergerak, bahkan saat tubuh sudah lelah. Berhenti sejenak terasa sulit. Namun, dalam ayat ini Tuhan mengundang umat-Nya untuk berseru kepada-Nya, bukan untuk lebih dulu menemukan semua jawaban sendiri.
Berseru bisa dimulai dengan doa yang sederhana: “Tuhan, aku lelah. Tolong aku melihat langkah berikutnya.” Kita tidak perlu merapikan perasaan sebelum datang kepada-Nya. Saat memberi ruang untuk berdoa, kita juga dapat lebih jujur mengenali batas diri: mana yang perlu dikerjakan hari ini, mana yang bisa menunggu, dan kapan kita perlu beristirahat atau meminta pertolongan.
Yeremia 33:6 berbicara tentang kesehatan, kesembuhan, kesejahteraan, dan keamanan yang Tuhan datangkan bagi umat-Nya. Lalu, Yeremia 33:11 menggambarkan sukacita dan ucapan syukur yang kembali terdengar ketika Tuhan memulihkan keadaan negeri itu. Keduanya mengajak kita melihat luasnya karya pemulihan Tuhan, tanpa menganggap setiap pergumulan pribadi akan selesai seketika atau dengan cara yang kita harapkan.
Apa pun musim hidup kita—sedang belajar, bekerja, merawat seseorang, mencari arah, atau menjalani hari yang sunyi—undangan untuk berseru tetap terbuka. Hari ini, ambillah satu jeda kecil. Tarik napas. Katakan kepada Tuhan apa yang sebenarnya ada di hati, lalu jalani langkah yang ada di depan dengan mengingat bahwa kita boleh mencari hikmat-Nya.
Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
- Suara atau tuntutan apa yang paling sulit kamu abaikan akhir-akhir ini?
- Apa yang membuatmu sulit berhenti sejenak dan berdoa ketika lelah?
- Bagaimana Yeremia 33:3 mengubah caramu memandang hal yang belum kamu ketahui?
- Batas diri apa yang perlu kamu kenali atau sampaikan dengan jujur minggu ini?
- Bagaimana kelompok sel dapat saling mendampingi tanpa menuntut pergumulan seseorang segera selesai?
Doa Penutup
Tuhan, terima kasih karena aku boleh berseru kepada-Mu dengan jujur. Di tengah tuntutan dan hal-hal yang belum kupahami, ajar aku berhenti sejenak, mendengarkan firman-Mu, dan meminta hikmat-Mu. Tolong aku mengenali batas diriku serta melangkah dengan setia hari ini. Amin.