Menentukan Arah di Ambang Kedewasaan
Belajar memilih, menetap, dan bertumbuh ketika masa depan belum sepenuhnya jelas
Ayat Alkitab Pilihan
“Maka sekarang, lihatlah aku melepaskan engkau hari ini dari belenggu yang ada pada tanganmu itu. Jika engkau suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, marilah! Aku akan memperhatikan engkau. Tetapi jika engkau tidak suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, janganlah pergi! Lihat, seluruh negeri ini terbuka untuk engkau: engkau boleh pergi ke mana saja engkau pandang baik dan benar.”
“Jadi pergilah Yeremia kepada Gedalya bin Ahikam di Mizpa, dan diam bersama-sama dengan dia di tengah-tengah rakyat yang masih tinggal di negeri itu.”
“Lalu bersumpahlah Gedalya bin Ahikam bin Safan kepada mereka dengan anak buah mereka: "Janganlah kamu takut untuk takluk kepada orang-orang Kasdim itu; tinggallah di negeri ini dan takluklah kepada raja Babel, maka keadaanmu akan menjadi baik.”
“Dan aku sendiri, aku menetap di Mizpa untuk bertindak sebagai wakil di depan orang-orang Kasdim yang akan datang kepada kita; tetapi kamu ini, kumpulkanlah saja hasil anggur, buah-buahan dan minyak, kemudian simpanlah sebagai persediaan, dan tinggallah di kota-kota di mana kamu hendak menetap."”
“maka kembalilah semua orang Yehuda dari segala tempat ke mana mereka telah berserak-serak, dan masuk ke tanah Yehuda kepada Gedalya di Mizpa; mereka mengumpulkan hasil anggur dan buah-buahan amat sangat banyaknya.”
Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Ayat pilihan: Yeremia 40:4 — “Maka sekarang, lihatlah aku melepaskan engkau hari ini dari belenggu yang ada pada tanganmu itu. Jika engkau suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, marilah! Aku akan memperhatikan engkau. Tetapi jika engkau tidak suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, janganlah pergi! Lihat, seluruh negeri ini terbuka untuk engkau: engkau boleh pergi ke mana saja engkau pandang baik dan benar.”
Memasuki usia 17 sampai 21 tahun sering terasa seperti berdiri di persimpangan. Ada pilihan studi, pekerjaan awal, relasi, keluarga, dan harapan tentang masa depan. Kebebasan mulai terasa lebih luas, tetapi tanggung jawab juga bertambah. Tidak semua orang berjalan dengan kecepatan yang sama, dan tidak semua orang sudah tahu arah hidupnya.
Dalam Yeremia 40:4, Yeremia diperhadapkan pada pilihan. Ia dapat pergi ke Babel dan mendapat perhatian, atau tidak pergi dan menggunakan kebebasan untuk menentukan tempat yang dipandangnya baik dan benar. Ayat ini tidak menggambarkan hidup yang tanpa batas atau tanpa konsekuensi. Pilihan selalu meminta pertimbangan. Karena itu, ketika memikirkan masa depan, kita tidak perlu terburu-buru hanya karena melihat orang lain tampak lebih dahulu berhasil.
Perbandingan digital dapat membuat keputusan orang lain terlihat seperti ukuran bagi hidup kita. Teman mungkin sudah diterima di kampus tertentu, memperoleh pekerjaan, membangun relasi, atau tampak yakin dengan panggilannya. Namun, layar hanya memperlihatkan sebagian cerita. Kita tetap perlu belajar berpikir jernih, mengenali tanggung jawab yang ada di hadapan kita, dan mempertimbangkan jalan yang baik serta benar—bukan sekadar jalan yang paling mengesankan.
Yeremia memilih pergi kepada Gedalya di Mizpa dan “diam bersama-sama dengan dia di tengah-tengah rakyat yang masih tinggal di negeri itu” (Yeremia 40:6). Pilihan ini menunjukkan bahwa masa depan tidak selalu dimulai dengan perpindahan besar atau pencapaian yang segera terlihat. Kadang-kadang, langkah yang penting adalah hadir, menetap, dan hidup bersama orang-orang yang sedang menjalani keadaan nyata. Kedewasaan bertumbuh dalam kesetiaan sehari-hari, bukan hanya dalam keputusan yang tampak besar.
Gedalya juga berkata, “Janganlah kamu takut” dan mengajak mereka tinggal di negeri itu agar keadaan mereka menjadi baik (Yeremia 40:9). Lalu ia memberi arahan yang konkret: “kumpulkanlah saja hasil anggur, buah-buahan dan minyak, kemudian simpanlah sebagai persediaan” (Yeremia 40:10). Ada keberanian yang tidak berbentuk tindakan dramatis. Keberanian itu dapat berupa mengerjakan bagian yang tersedia hari ini: belajar dengan tekun, membangun keterampilan, menjaga integritas, meminta nasihat yang sehat, dan menata langkah secara bertahap.
Hasilnya, orang-orang Yehuda yang sempat berserak-serak kembali kepada Gedalya di Mizpa. Mereka “mengumpulkan hasil anggur dan buah-buahan amat sangat banyaknya” (Yeremia 40:12). Gambaran ini mengingatkan kita bahwa pertumbuhan dapat muncul melalui proses yang sabar dan kerja yang dilakukan bersama. Kegagalan sebelumnya tidak harus menjadi identitas terakhir. Masa yang belum pasti pun dapat menjadi tempat belajar untuk bertahan, menyesuaikan diri, dan memberi manfaat bagi sesama.
Jika hari ini kamu belum yakin memilih kuliah, pekerjaan, atau langkah berikutnya, jangan langsung menganggap dirimu tertinggal. Tanyakan dengan jujur: pilihan mana yang baik dan benar, tanggung jawab apa yang sedang dipercayakan, dan komunitas seperti apa yang menolongmu bertumbuh? Tidak semua jawaban datang sekaligus. Kadang, arah menjadi lebih jelas ketika kita setia mengerjakan bagian yang ada di depan mata.
Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
- Pilihan besar apa yang sedang kamu hadapi pada masa transisi menuju kedewasaan, dan hal apa yang paling memengaruhi pertimbanganmu?
- Menurutmu, apa perbedaan antara memilih jalan yang baik dan benar dengan memilih jalan yang sekadar terlihat berhasil di mata orang lain?
- Bagaimana perbandingan di media digital memengaruhi cara kamu menilai perkembangan hidupmu sendiri?
- Apa bentuk langkah kecil yang konkret dan bertanggung jawab yang dapat kamu kerjakan dalam minggu ini?
- Siapa saja orang atau komunitas yang dapat menolongmu bertumbuh dengan nasihat, dukungan, dan teladan yang sehat?
Doa Penutup
Tuhan, di tengah banyak pilihan dan ketidakpastian, tolong kami berpikir jernih dan memilih jalan yang baik serta benar. Jauhkan kami dari ketakutan dan perbandingan yang membuat kami meremehkan proses hidup kami sendiri. Ajarlah kami setia mengerjakan tanggung jawab yang ada di hadapan kami, berani belajar dari kegagalan, dan terbuka terhadap nasihat yang membangun. Bentuklah integritas dalam diri kami agar pertumbuhan kami tidak hanya berguna bagi diri sendiri, tetapi juga membawa kebaikan bagi sesama. Amin.