Langsung ke Konten

Masa Depan Bukan Milik Kami, Tapi Milik Tuhan

1 November 2026 oleh
Masa Depan Bukan Milik Kami, Tapi Milik Tuhan
Editor
| Belum ada komentar
Renungan Pemuda • 2 menit membaca

Masa Depan Bukan Milik Kami, Tapi Milik Tuhan

Menghadapi kebebasan dan tanggung jawab dengan hati yang percaya

Ayat Alkitab Pilihan

“maka juga Aku pasti akan menolak keturunan Yakub dan hamba-Ku Daud, sehingga berhenti mengangkat dari keturunannya orang-orang yang memerintah atas keturunan Abraham, Ishak dan Yakub. Sebab Aku akan memulihkan keadaan mereka dan menyayangi mereka."”

— Yeremia 33:26

Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.

Ayat Yeremia 33:26 mengingatkan kita bahwa kekuasaan Tuhan tidak bergantung pada kemampuan manusia untuk mengatur masa depan. Ia menjanjikan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud, meski dalam masa krisis dan ketidakpastian. Pada usia 17-21 tahun, kita terjebak antara keinginan untuk menentukan jalan sendiri dan kekhawatiran akan kegagalan. Namun, Tuhan tidak menolak kita karena kesalahan masa lalu, melainkan memberi peluang untuk berubah dan berkembang. Ia tidak memaksa kita untuk memilih jalan yang mudah, tapi Ia menjanjikan keberhasilan yang bermakna ketika kita bersandar pada-Nya. Dalam keputusan yang terasa berat, kita perlu mengingat bahwa Tuhan tetap mengangkat pemimpin dari keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub—dan kita juga termasuk di dalamnya. Jangan takut untuk mengambil langkah, tapi jangan lupa bahwa Tuhan menuntun kita di setiap langkah.

Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
  1. Mengapa kita sering merasa tidak cukup baik untuk mengambil keputusan besar di usia muda?
  2. Bagaimana kita bisa menghadapi tekanan untuk mengejar kesuksesan tanpa kehilangan makna hidup?
  3. Apa artinya 'memulihkan keadaan' dalam konteks usia muda kita?
  4. Bagaimana kita bisa mempercayai Tuhan dalam keputusan yang terasa berat?
  5. Apa yang bisa kita pelajari dari janji Tuhan tentang masa depan yang tidak tergantung pada kita?
Doa Penutup

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau mengingat kami dalam masa transisi ini. Bantulah kami untuk tidak takut mengambil langkah, meski seringkali terasa berat. Beri kami pengertian bahwa Engkau menuntun kami, dan keberhasilan bukan hanya tentang kecepatan, tapi tentang ketekunan dan kepercayaan pada-Mu. Bimbing kami dalam setiap keputusan, dan jadikan kami sebagai pemimpin yang Engkau janjikan. Amin.

Masuk untuk meninggalkan komentar
Membeli Ladang di Tengah Kehancuran
Saat Logika Keluarga Menyerah, Janji Tuhan Tetap Bekerja