Langsung ke Konten

Tetap Mendengar, Tetap Menyampaikan

24 Oktober 2026 oleh
Tetap Mendengar, Tetap Menyampaikan
Editor
| Belum ada komentar
Renungan Lansia • 3 menit membaca

Tetap Mendengar, Tetap Menyampaikan

Renungan Lansia | 25 Oktober 2026

Ayat Alkitab Pilihan

“"Sejak dari tahun yang ketiga belas pemerintahan Yosia bin Amon, raja Yehuda, sampai hari ini, jadi sudah dua puluh tiga tahun lamanya, firman TUHAN datang kepadaku dan terus-menerus aku mengucapkannya kepadamu, tetapi kamu tidak mau mendengarkannya.”

— Yeremia 25:3

“Kata mereka: Bertobatlah masing-masing kamu dari tingkah langkahmu yang jahat dan dari perbuatan-perbuatanmu yang jahat; maka kamu akan tetap diam di tanah yang diberikan TUHAN kepadamu dan kepada nenek moyangmu, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.”

— Yeremia 25:5

Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.

Ayat pilihan: “firman TUHAN datang kepadaku dan terus-menerus aku mengucapkannya kepadamu, tetapi kamu tidak mau mendengarkannya.” (Yeremia 25:3)

Selama dua puluh tiga tahun, Yeremia menyampaikan firman Tuhan kepada umatnya. Tanggapan mereka tidak seperti yang diharapkan: mereka tidak mau mendengarkan. Namun, ayat ini juga mengajak kita memeriksa diri. Apakah hati kita masih terbuka untuk mendengar Tuhan?

Memasuki usia di atas 60 tahun, peran kita mungkin berubah. Ada yang tetap aktif dalam pekerjaan dan pelayanan; ada pula yang sedang menata kegiatan sehari-hari dengan cara baru. Dalam musim mana pun, pengalaman hidup tidak membuat kita selesai belajar. Kita tetap membutuhkan firman Tuhan, termasuk ketika firman itu menegur.

Dalam Yeremia 25:5, umat diajak, “Bertobatlah masing-masing kamu dari tingkah langkahmu yang jahat dan dari perbuatan-perbuatanmu yang jahat.” Panggilan ini mengingatkan kita bahwa mendengar bukan hanya mengetahui isi firman, melainkan juga bersedia mengubah langkah. Itu berlaku bagi setiap usia.

Bapak dan Ibu yang terkasih, kita dapat bersyukur karena hari ini masih ada kesempatan untuk mendengar dan merespons firman Tuhan. Bila Tuhan memberi kesempatan untuk berbagi dengan keluarga, sahabat, atau jemaat yang lebih muda, sampaikanlah apa yang benar dengan sabar, tanpa memaksa mereka segera menerima. Seperti Yeremia, kita tidak menguasai tanggapan orang lain. Tetapi kita dapat menjaga hati sendiri agar tetap mau mendengar.

Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
  1. Bagian mana dari Yeremia 25:3 yang paling menarik perhatian Bapak atau Ibu hari ini?
  2. Apa yang dapat membuat seseorang sulit mendengar teguran firman Tuhan?
  3. Adakah sikap atau tindakan yang perlu Bapak atau Ibu ubah setelah merenungkan Yeremia 25:5?
  4. Ketika peran dalam kehidupan berubah, kesempatan apa yang masih terbuka untuk menyampaikan firman Tuhan dengan sabar?
  5. Bagaimana kelompok sel dapat saling menolong agar bukan hanya berbicara tentang firman, tetapi juga mendengarnya?
Doa Penutup

Tuhan, terima kasih karena firman-Mu masih mengajak kami untuk mendengar. Lembutkan hati kami saat ditegur, dan tuntun kami untuk meninggalkan langkah yang jahat. Dalam setiap musim kehidupan, ajarlah kami menyampaikan kebenaran dengan sabar dan terlebih dahulu melakukannya sendiri. Amin.

Masuk untuk meninggalkan komentar
Jangan Takut Menjalani Musim yang Baru