Damai yang Tidak Dibangun di Atas Dusta
Mewariskan iman yang jujur di setiap musim kehidupan
Ayat Alkitab Pilihan
“Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."”
“Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: "Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.”
Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Yeremia 28:9 — “Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN.”
Kabar tentang damai sejahtera tentu menyenangkan untuk didengar. Namun, Yeremia mengingatkan bahwa perkataan yang menenangkan tidak otomatis berasal dari Tuhan. Dalam peristiwa yang sama, ia berkata kepada Hananya bahwa TUHAN tidak mengutusnya dan bahwa ia telah membuat bangsa itu percaya kepada dusta (Yeremia 28:15). Ini peringatan yang serius: pengharapan tidak boleh dibangun di atas ucapan yang hanya ingin menyenangkan hati.
Bapak dan Ibu yang terkasih, pengalaman hidup dapat menolong kita lebih bijaksana saat mendengar janji yang terdengar terlalu mudah. Ketika peran berubah atau rencana tidak berjalan seperti dahulu, kita mungkin ingin segera mendengar bahwa semua kesulitan akan hilang. Tetapi kita tidak perlu membuat kepastian yang Tuhan tidak nyatakan. Kita dapat berdoa, menimbang perkataan yang kita dengar dengan saksama, dan tetap jujur tentang keadaan yang sedang dihadapi.
Kejujuran seperti itu pun dapat menjadi warisan iman. Dalam percakapan dengan keluarga, sahabat, atau jemaat yang lebih muda, kita tidak harus selalu mempunyai jawaban yang melegakan. Kadang kesaksian yang berharga justru sederhana: tidak menutupi kenyataan, tidak menyebarkan janji yang belum tentu benar, dan tetap mencari Tuhan bersama-sama. Di situlah pengharapan belajar berjalan berdampingan dengan kebenaran.
Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
- Mengapa kabar yang menenangkan perlu tetap kita timbang dengan saksama?
- Apa yang diajarkan Yeremia 28:9 tentang perkataan yang mengaku membawa damai sejahtera?
- Dalam keadaan seperti apa kita tergoda untuk memberi kepastian yang sebenarnya tidak kita ketahui?
- Bagaimana kita dapat berbicara jujur sekaligus penuh perhatian kepada orang yang sedang menghadapi perubahan hidup?
- Teladan iman seperti apa yang ingin kita tinggalkan melalui perkataan kita sehari-hari?
Doa Penutup
Tuhan, ajarlah kami mencintai kebenaran, bukan hanya perkataan yang menyenangkan telinga. Berilah kami hikmat untuk menimbang apa yang kami dengar dan kerendahan hati untuk tidak menjanjikan hal yang tidak kami ketahui. Pakailah perkataan kami untuk menguatkan sesama dengan jujur dan penuh kasih. Amin.