Rumah Tempat Kita Berpulang
Hari 1 dari 7 — Rasa memiliki berawal dari Allah
Ayat Alkitab Pilihan
“Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.”
“Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian.”
“Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku.”
Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Ayat pilihan — Yeremia 32:38: “Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.”
Memasuki bulan November, mungkin setiap anggota keluarga datang ke meja makan dengan cerita yang berbeda. Ada yang lelah bekerja, ada yang sibuk belajar, ada pula yang ingin bercerita tetapi takut dipotong atau dihakimi. Kita tinggal serumah, namun belum tentu sungguh saling mendengar.
Di tengah keadaan itu, firman Tuhan mengingatkan kita akan hubungan yang Ia nyatakan kepada umat-Nya: “Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.” Rasa memiliki yang paling dalam tidak dimulai dari rumah yang selalu rukun, melainkan dari Allah yang menyebut umat-Nya sebagai milik-Nya. Kita dapat belajar menyambut satu sama lain dengan lebih sabar karena Allah lebih dahulu menunjukkan kasih dan kesetiaan-Nya.
Yeremia 32:39 berbicara tentang satu hati dan satu tingkah langkah, juga tentang kebaikan bagi anak-anak yang datang kemudian. Kesatuan itu bukan berarti semua orang harus sama. Orang tua dan anak boleh memiliki pendapat berbeda; yang penting, mereka belajar berjalan bersama dalam hormat kepada Tuhan. Lalu, dalam Yeremia 32:40, Allah berkata bahwa Ia tidak akan membelakangi umat-Nya, melainkan berbuat baik kepada mereka. Janji Allah ini mengajak kita memeriksa cara kita memperlakukan orang di rumah: ketika seseorang membawa pergumulannya, apakah kita hadir untuk mendengar, atau segera berpaling?
Hari ini, cobalah menyediakan beberapa menit tanpa layar. Dengarkan satu cerita sampai selesai. Tindakan kecil itu tidak membuat keluarga langsung sempurna, tetapi dapat membuka ruang yang hangat untuk berkata, “Di sini, kamu didengar.”
Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
- Kapan terakhir kali kamu merasa sungguh didengar oleh anggota keluarga?
- Apa arti perkataan Allah dalam Yeremia 32:38 bagi rasa memiliki kita?
- Saat berbeda pendapat, apa yang dapat menolong keluarga tetap berjalan bersama dalam hormat kepada Tuhan?
- Adakah anggota keluarga yang akhir-akhir ini membutuhkan telinga yang mau mendengar?
- Langkah kecil apa yang dapat kita lakukan hari ini untuk lebih hadir bagi satu sama lain?
Doa Penutup
Tuhan, terima kasih karena Engkau menyebut umat-Mu sebagai milik-Mu dan tetap berbuat baik kepada mereka. Ajarlah keluarga kami mendengar dengan sabar, menghargai perbedaan, dan tidak berpaling ketika ada yang membutuhkan perhatian. Pimpin kami agar hidup dalam hormat kepada-Mu dan saling menyatakan kasih setiap hari. Amin.