Langsung ke Konten

Nilai yang Dihidupi Bersama

3 November 2026 oleh
Nilai yang Dihidupi Bersama
Editor
| Belum ada komentar
Renungan Keluarga • 3 menit membaca

Nilai yang Dihidupi Bersama

Renungan keluarga, 4 November 2026

Ayat Alkitab Pilihan

“Kami mentaati suara Yonadab bin Rekhab, bapa leluhur kami dalam segala apa yang diperintahkannya kepada kami, agar kami tidak minum anggur selama hidup kami, yakni kami sendiri, isteri kami, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kami;”

— Yeremia 35:8

“Tetapi berkatalah Yeremia kepada kaum orang Rekhab: "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Oleh karena kamu telah mendengarkan perintah Yonadab, bapa leluhurmu, telah berpegang pada segala perintahnya dan telah melakukan tepat seperti yang diperintahkannya kepadamu,”

— Yeremia 35:18

“maka beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Keturunan Yonadab bin Rekhab takkan terputus melayani Aku sepanjang masa."”

— Yeremia 35:19

Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.

Yeremia 35:8: “Kami mentaati suara Yonadab bin Rekhab, bapa leluhur kami dalam segala apa yang diperintahkannya kepada kami, agar kami tidak minum anggur selama hidup kami, yakni kami sendiri, isteri kami, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kami;”

Kaum Rekhab memegang pesan yang diwariskan leluhur mereka. Bukan hanya satu orang. Istri, anak lelaki, dan anak perempuan turut menjalaninya. Yeremia 35:18 mencatat bahwa mereka mendengarkan, berpegang pada perintah itu, dan melakukannya; lalu ayat 19 menyampaikan firman TUHAN tentang keturunan Yonadab yang tidak terputus melayani-Nya. Janji itu ditujukan kepada kaum Rekhab, bukan rumus bahwa setiap keluarga akan menerima kehidupan tanpa masalah.

Apa yang sedang kita wariskan di rumah? Di tengah jadwal yang padat dan layar yang terus menarik perhatian, nilai keluarga tidak cukup hanya diucapkan. Anak-anak melihat apakah orang dewasa mau mendengar, menepati perkataan, dan meminta maaf ketika keliru. Orang tua pun dapat belajar mendengar pengalaman anak-anak mereka. Kesetiaan pada nilai yang baik tidak harus membuat rumah menjadi tempat yang menakutkan untuk bertanya.

Hari ini, mungkin kita bisa memulai dari hal kecil: meletakkan ponsel sejenak, mendengarkan satu cerita sampai selesai, lalu bersama-sama memikirkan sikap yang ingin terus kita hidupi di hadapan Tuhan. Warisan keluarga dibentuk melalui hari-hari biasa.

Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
  1. Nilai apa yang paling ingin keluarga kita hidupi bersama?
  2. Kebiasaan apa di rumah yang sudah mencerminkan nilai itu?
  3. Kapan kesibukan atau ponsel membuat kita kurang mendengarkan satu sama lain?
  4. Bagaimana kita dapat memberi ruang bagi anak dan orang tua untuk bertanya tanpa takut dihakimi?
  5. Langkah kecil apa yang akan kita lakukan bersama minggu ini?
Doa Penutup

Tuhan, tolong keluarga kami mendengarkan satu sama lain dan setia menjalani nilai yang baik, bukan sekadar membicarakannya. Ajari kami hadir, rendah hati untuk meminta maaf, dan sabar membangun rumah tempat setiap anggota merasa diterima. Amin.

Masuk untuk meninggalkan komentar
Kasih yang Memberi Ruang Merdeka