Langsung ke Konten

Kasih yang Memperhatikan dan Bertindak

6 November 2026 oleh
Kasih yang Memperhatikan dan Bertindak
Editor
| Belum ada komentar
Renungan Keluarga • 3 menit membaca

Kasih yang Memperhatikan dan Bertindak

Renungan Keluarga — 7 November 2026

Ayat Alkitab Pilihan

“Tetapi ketika didengar Ebed-Melekh, orang Etiopia itu--ia seorang sida-sida yang tinggal di istana raja--bahwa Yeremia telah dimasukkan ke dalam perigi--pada waktu itu raja sedang duduk di pintu gerbang Benyamin--”

— Yeremia 38:7

“"Ya tuanku raja, perbuatan orang-orang ini jahat dalam segala apa yang mereka lakukan terhadap nabi Yeremia, yakni memasukkan dia ke dalam perigi; ia akan mati kelaparan di tempat itu! Sebab tidak ada lagi roti di kota."”

— Yeremia 38:9

“Lalu raja memberi perintah kepada Ebed-Melekh, orang Etiopia itu, katanya: "Bawalah tiga orang dari sini dan angkatlah nabi Yeremia dari perigi itu sebelum ia mati!"”

— Yeremia 38:10

“Berserulah Ebed-Melekh, orang Etiopia itu, kepada Yeremia: "Taruhlah pakaian yang buruk-buruk dan robek-robek itu di bawah ketiakmu sebagai ganjal tali!" Yeremiapun berbuat demikian.”

— Yeremia 38:12

“Kemudian mereka menarik dan mengangkat Yeremia dengan tali dari perigi itu. Demikianlah Yeremia tinggal di pelataran penjagaan itu.”

— Yeremia 38:13

Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.

Yeremia 38:7 — “Tetapi ketika didengar Ebed-Melekh, orang Etiopia itu--ia seorang sida-sida yang tinggal di istana raja--bahwa Yeremia telah dimasukkan ke dalam perigi--pada waktu itu raja sedang duduk di pintu gerbang Benyamin--”

Ebed-Melekh mendengar bahwa Yeremia berada di dalam perigi. Ia tidak membiarkan kabar itu berlalu begitu saja. Ia menghadap raja dan menyebut dengan jelas bahaya yang dihadapi Yeremia (Yeremia 38:9). Ketika raja memerintahkannya membawa tiga orang untuk mengangkat Yeremia, ia pun bertindak (Yeremia 38:10).

Ada satu hal kecil yang mudah terlewat: Ebed-Melekh meminta Yeremia menaruh pakaian robek di bawah ketiaknya sebagai ganjal tali (Yeremia 38:12). Ia tidak hanya memikirkan bagaimana Yeremia dapat keluar, tetapi juga bagaimana menolongnya dengan lebih hati-hati. Lalu mereka menarik Yeremia dari perigi itu (Yeremia 38:13).

Di rumah, kita mungkin tidak melihat perigi. Namun, kita dapat luput melihat anggota keluarga yang sedang menanggung beban: anak yang mendadak diam, orang tua yang kelelahan, atau pasangan yang berkata, “Tidak apa-apa,” padahal ingin didengar. Di tengah kesibukan dan layar yang terus menyala, kasih mengajak kita berhenti sejenak. Perhatikan. Dengarkan. Tanyakan pertolongan seperti apa yang dibutuhkan, lalu lakukan bagian kita dengan lembut.

Ketangguhan keluarga tidak berarti setiap masalah langsung selesai. Kadang, langkah pertamanya adalah memastikan tidak seorang pun merasa harus menghadapi kesulitannya sendirian. Hari ini, siapakah di rumah yang perlu kita perhatikan dengan lebih sungguh?

Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
  1. Apa yang membuat Ebed-Melekh tidak berhenti pada mendengar kabar tentang Yeremia?
  2. Siapa di keluarga kita yang akhir-akhir ini mungkin membutuhkan perhatian lebih?
  3. Bagaimana kita dapat mendengarkan tanpa segera menghakimi atau memberi nasihat?
  4. Apa yang dapat kita pelajari dari cara Ebed-Melekh menyiapkan ganjal tali bagi Yeremia?
  5. Tindakan kecil apa yang dapat kita lakukan bersama minggu ini agar beban seseorang di rumah terasa lebih ringan?
Doa Penutup

Tuhan, bukalah mata kami untuk melihat anggota keluarga yang sedang membutuhkan pertolongan. Ajarlah kami mendengar dengan sabar, berbicara dengan berani saat perlu, dan menolong dengan lembut. Bentuklah rumah kami menjadi tempat setiap orang merasa diperhatikan dan tidak berjalan sendirian. Dalam nama Yesus, amin.

Masuk untuk meninggalkan komentar
Berani Mengatakan, “Aku Tidak Aman”