Langsung ke Konten

Firman yang Mengubah Cara Kita Mendengar

5 September 2026 oleh
Firman yang Mengubah Cara Kita Mendengar
Editor
| Belum ada komentar
Renungan Keluarga • 3 menit membaca

Firman yang Mengubah Cara Kita Mendengar

Renungan Keluarga — 6 September 2026

Ayat Alkitab Pilihan

“Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.”

— Yeremia 15:16

“Karena itu beginilah jawab TUHAN: "Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka.”

— Yeremia 15:19

“Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari tembaga; mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”

— Yeremia 15:20

Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.

Ayat pilihan — Yeremia 15:16: “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.”

Yeremia tidak sekadar mendengar firman Tuhan. Ia menikmatinya. Firman itu menjadi kegirangan di tengah hidupnya yang tidak mudah.

Di rumah, kita sering mendengar suara satu sama lain tanpa sungguh-sungguh menyimak. Anak bercerita sambil orang tua melihat layar. Orang tua berbicara, tetapi anak sudah menyiapkan jawaban. Bagaimana jika hari ini kita lebih dulu memberi ruang bagi firman Tuhan, lalu membawa perhatian yang sama ke meja makan dan percakapan keluarga?

Dalam Yeremia 15:19, Tuhan memanggil Yeremia untuk kembali kepada-Nya dan mengucapkan apa yang berharga, bukan yang hina. Panggilan itu ditujukan kepada Yeremia; bagi keluarga kita, ayat ini mengajak kita memeriksa perkataan sendiri. Apakah kata-kata kita membantu seseorang merasa aman untuk jujur, atau justru membuatnya takut dihakimi?

Tuhan juga berjanji menyertai Yeremia ketika ia menghadapi perlawanan (Yeremia 15:20). Kita tidak perlu menganggap setiap kesulitan keluarga sama dengan pergumulan Yeremia. Namun, saat perbedaan pendapat atau kesibukan menguji kedekatan kita, kita dapat datang kepada Tuhan, mendengar firman-Nya, lalu kembali mendengar satu sama lain. Mulailah dari satu percakapan. Hadirlah sepenuhnya.

Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
  1. Kapan terakhir kali kita membaca firman Tuhan bersama dan membicarakannya dengan terbuka?
  2. Apa yang biasanya membuat kita sulit menyimak anggota keluarga sampai selesai?
  3. Perkataan seperti apa yang membuat setiap orang di rumah merasa aman untuk bercerita?
  4. Adakah ucapan kita belakangan ini yang perlu diakui dan dimintakan maaf?
  5. Kapan minggu ini kita dapat menyediakan waktu tanpa layar untuk saling mendengar?
Doa Penutup

Tuhan, ajar kami menikmati firman-Mu seperti Yeremia. Tolong kami untuk mendengar dengan sabar, berbicara dengan bijaksana, dan meminta maaf ketika perkataan kami melukai. Sertai keluarga kami saat menghadapi perbedaan dan kesulitan. Amin.

Masuk untuk meninggalkan komentar
Tuhan, Jangan Hanya Singgah