Allah di Balik Pintu yang Tertutup
Menemukan Pemulihan Saat Kita Berhenti Bersembunyi dari Tuhan
Yeremia 23:23-24 (TB)
"Masakan Aku ini hanya Allah yang dari dekat, demikianlah firman TUHAN, dan bukan Allah yang dari jauh juga? Sekiranya ada seseorang menyembunyikan diri di tempat-tempat yang tersembunyi, masakan Aku tidak melihat dia? demikianlah firman TUHAN. Tidakkah Aku memenuhi langit dan bumi? demikianlah firman TUHAN."
Sembunyi.
Kita sangat ahli melakukannya. Di era di mana kehidupan keluarga sering kali diukur dari seberapa sempurna foto-foto liburan yang kita unggah ke media sosial, banyak dari kita telah menjadi aktor dan aktris terbaik dalam menyembunyikan realitas rumah tangga kita yang sebenarnya. Kita tersenyum lebar saat bersalaman dengan majelis di pintu gereja pada hari Minggu. Namun, di dalam mobil saat perjalanan pulang, keheningan yang dingin atau pertengkaran sengit kembali mengambil alih.
Lelah, bukan?
Dalam Yeremia 23, Tuhan menegur keras para nabi palsu yang mengira mereka bisa memanipulasi umat-Nya dan menyembunyikan dosa mereka seolah-olah Tuhan sedang tidur. Melalui ayat ini, Tuhan mendeklarasikan sebuah kebenaran yang menembus ruang dan waktu: Dia bukanlah Tuhan yang hanya berdiam di dalam gedung gereja ber-AC, melainkan Allah yang hadir di setiap sudut paling gelap di rumah Anda. Dia melihat tagihan yang Anda sembunyikan dari pasangan Anda karena takut bertengkar. Dia mendengar isak tangis tertahan seorang anak remaja di kamar mandinya pada pukul dua pagi. Dia hadir di meja makan Anda saat kecanggungan membeku di antara anggota keluarga.
Tuhan melihat semuanya. Bukan untuk menghakimi Anda dengan kejam.
Ini adalah undangan anugerah. Ketika Tuhan bertanya, "Masakan Aku tidak melihat dia?", Ia sedang memanggil keluarga kita untuk berhenti berpura-pura kuat. Kita tidak perlu lagi memakai topeng kesempurnaan rohani. Selama kita menyembunyikan luka, kepahitan, dan kelelahan keluarga kita di tempat yang gelap, kesembuhan tidak akan pernah terjadi. Namun, ketika kita berani membuka pintu-pintu rahasia di rumah tangga kita dan membiarkan terang kehadiran-Nya masuk—dengan mengakui kelemahan kita di hadapan-Nya dan pasangan kita—di situlah pemulihan yang sejati dimulai. Tuhan yang memenuhi langit dan bumi adalah Tuhan yang sama, yang rindu memeluk keluarga Anda yang sedang berantakan. Berhentilah bersembunyi. Hadapilah Dia hari ini.
5 Pertanyaan Diskusi untuk Kelompok Sel:
Mengapa keluarga Kristen zaman sekarang sering kali merasa perlu "memakai topeng" dan menyembunyikan pergumulan rumah tangga mereka dari orang lain, bahkan dari Tuhan?
Yeremia 23:24 mengingatkan bahwa Tuhan melihat kita di "tempat-tempat yang tersembunyi". Apa reaksi pertama Anda saat menyadari bahwa Tuhan melihat segala sesuatu yang terjadi di balik pintu tertutup rumah Anda? (Apakah merasa takut, lega, atau malu?)
Dalam hal apa saja (keuangan, komunikasi, kecanduan, dll) keluarga kita mungkin sedang berusaha "bersembunyi" dan belum sepenuhnya mengundang campur tangan Tuhan?
Bagaimana kita bisa menciptakan lingkungan rumah dan komunitas gereja yang aman, di mana anggota keluarga tidak takut untuk jujur dan berhenti berpura-pura sempurna?
Apa komitmen nyata yang bisa Anda ambil minggu ini untuk membawa satu "ruang tersembunyi" dalam keluarga Anda ke dalam terang Tuhan lewat doa dan kejujuran?
Doa Penutup
Bapa yang Mahahadir, kami menyadari bahwa tidak ada satu pun yang tersembunyi dari pandangan-Mu. Engkau adalah Allah yang melihat kami, bukan hanya saat kami bersorak di gereja, tetapi juga saat kami menangis dalam diam di kamar kami. Ampuni kami, Tuhan, karena kami sering kali memakai topeng dan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, padahal keluarga kami sedang membutuhkan pertolongan-Mu. Hari ini kami mau berhenti bersembunyi. Kami membuka pintu-pintu hati dan rumah kami yang selama ini kami kunci rapat. Masuklah, ya Tuhan. Pulihkanlah setiap keretakan. Sembuhkanlah setiap luka yang tak terlihat oleh orang lain. Biarlah rumah tangga kami dipenuhi oleh hadirat-Mu yang mengubahkan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Gembala agung keluarga kami, kami berdoa. Amin.