Akar yang Menopang Rumah
Renungan keluarga, 8 September 2026
Ayat Alkitab Pilihan
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”
“Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”
“Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!”
Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.
Ayat pilihan — Yeremia 17:7: “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”
Di rumah, kita sering berharap semua orang baik-baik saja. Namun, satu hari yang melelahkan dapat membuat percakapan singkat berubah menjadi salah paham. Ada yang ingin didengar, ada yang terlalu letih untuk mendengarkan. Ke mana keluarga kita menaruh harapan saat itu terjadi?
Yeremia 17:7 mengajak kita mengandalkan TUHAN. Bukan berarti keluarga tak akan menghadapi perbedaan atau masa sulit. Dalam Yeremia 17:8, orang yang berharap kepada-Nya digambarkan seperti pohon yang akarnya menjangkau air: panas dan tahun kering tetap datang, tetapi pohon itu tidak berhenti menghasilkan buah. Gambaran ini mengingatkan kita bahwa ketangguhan tidak dimulai dari rumah yang selalu tenang, melainkan dari hati yang terus berpaling kepada Tuhan di tengah keadaan yang tidak mudah.
Hari ini, mungkin langkahnya sederhana. Letakkan ponsel sejenak ketika seseorang bercerita. Dengarkan sampai selesai sebelum menjawab. Jika hati terlanjur terluka, kita pun boleh datang kepada Tuhan dengan doa Yeremia 17:14: “Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!” Kita tidak harus berpura-pura kuat. Sambil berharap kepada-Nya, mari belajar menjadi keluarga yang memberi ruang untuk berkata jujur, meminta maaf, dan saling menolong.
Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
- Dalam keadaan apa keluarga kita paling sulit mengandalkan Tuhan?
- Apa yang biasanya menghalangi kita untuk mendengarkan anggota keluarga sampai selesai?
- Siapa di rumah yang mungkin sedang membutuhkan ruang aman untuk bercerita?
- Apa yang dapat kita pelajari dari gambaran pohon dalam Yeremia 17:8 ketika menghadapi masa sulit?
- Langkah sederhana apa yang bisa kita lakukan hari ini untuk saling menolong?
Doa Penutup
Tuhan, ajar kami menaruh harapan kepada-Mu, terutama ketika rumah terasa penuh tekanan. Sembuhkan hati yang terluka dan tolong kami mendengarkan, meminta maaf, serta hadir bagi satu sama lain. Amin.