Langsung ke Konten

Ada Jalan Pulang

6 September 2026 oleh
Ada Jalan Pulang
Editor
| Belum ada komentar
Renungan Keluarga • 3 menit membaca

Ada Jalan Pulang

Menjadi keluarga yang menyambut, sambil berlindung kepada Tuhan

Ayat Alkitab Pilihan

“melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka! Sebab Aku akan membawa mereka pulang ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka.”

— Yeremia 16:15

“Ya TUHAN, kekuatanku dan bentengku, tempat pelarianku pada hari kesesakan! Kepada-Mu akan datang bangsa-bangsa dari ujung bumi serta berkata: "Sungguh, nenek moyang kami hanya memiliki dewa penipu, dewa kesia-siaan yang satupun tiada berguna.”

— Yeremia 16:19

Alkitab Terjemahan Baru (TB) © Lembaga Alkitab Indonesia.

Ayat pilihan — Yeremia 16:15: “Sebab Aku akan membawa mereka pulang ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka.”

Janji ini mula-mula ditujukan kepada orang Israel yang tercerai-berai. Tuhan tidak melupakan mereka. Ia berjanji menuntun mereka pulang ke tanah yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang mereka.

Kata “pulang” terasa dekat dengan kehidupan keluarga. Seusai hari yang melelahkan, kita ingin pulang ke tempat di mana kita tidak perlu berpura-pura kuat. Namun, serumah belum tentu berarti dekat. Kesibukan dan layar di tangan bisa membuat setiap orang berada di ruang yang sama, tetapi menanggung bebannya sendirian.

Hari ini, kita dapat bertanya: apakah rumah kita memberi ruang bagi seseorang untuk berkata, “Aku sedang susah,” tanpa takut segera disalahkan? Menyambut orang yang pulang kadang sesederhana meletakkan ponsel, menyediakan waktu, atau bertanya dengan lembut sebelum memberi nasihat. Perbedaan pendapat mungkin tetap ada. Kasih tidak menuntut kita menyembunyikannya, tetapi menolong kita menghadapi perbedaan tanpa menutup pintu bagi satu sama lain.

Kita pun membutuhkan tempat berlindung yang lebih teguh daripada kemampuan keluarga kita sendiri. Dalam Yeremia 16:19, sang nabi berseru, “Ya TUHAN, kekuatanku dan bentengku, tempat pelarianku pada hari kesesakan!” Keluarga dapat saling menopang, tetapi Tuhanlah tempat kita membawa kesesakan yang tak sanggup kita pikul sendiri. Dari sana, kita belajar kembali menyambut, menolong, dan mengampuni.

Pada 7 September ini, siapa di rumah yang perlu disambut dengan lebih hangat? Mulailah dari satu tindakan kecil. Bukakan pintu percakapan, lalu percayakan perjalanan keluarga kita kepada Tuhan.

Pertanyaan Diskusi Kelompok Sel
  1. Apa yang membuat seseorang merasa benar-benar disambut saat pulang ke rumah kita?
  2. Kapan kesibukan atau distraksi digital membuat kita sulit memperhatikan anggota keluarga?
  3. Bagaimana kita bisa memberi ruang bagi anggota keluarga untuk bercerita tanpa takut disalahkan?
  4. Saat keluarga menghadapi kesesakan, apa artinya mencari perlindungan kepada Tuhan seperti dalam Yeremia 16:19?
  5. Satu tindakan kecil apa yang ingin kita lakukan minggu ini agar rumah terasa lebih hangat?
Doa Penutup

Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak melupakan umat-Mu. Jadilah kekuatan dan tempat perlindungan kami saat menghadapi kesesakan. Tolong keluarga kami untuk saling menyambut, menyediakan waktu, dan mendengarkan dengan kasih. Ajarlah kami membawa beban bersama tanpa lupa bersandar kepada-Mu. Amin.

Masuk untuk meninggalkan komentar
Firman yang Mengubah Cara Kita Mendengar